Pada kesempatan ini penulis ingin mengajak pembaca untuk memperhatikan kembali pilar-pilar atau dasar-dasar ibadah kepada Allah SWT. Sebagaimana pengetahuan kita bersama, bahwa Allah SWT menciptakan makhluknya dengan tujuan untuk sujud dan menyembahNya. Allah SWT berkata:"Tidak ku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu" (al-Quran). Nabi SAW bersabda:"Hak Allah atas hamba adalah menyembahNya dan tidak mempersekutukanNya (menyelingkuhiNya) dengan sesuatu apapun, dan hak hamba terhadap Allah adalah bahwa Allah SWT tidak akan mengazab hambanya yang tidak mempersekutukanNya". (al-hadist).
Allah SWT juga berkata:" Allah menciptakan hidup dan mati hanya untuk menguji siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya" (al-Quran). Oleh karena itu, patut dan haruslah kita mengetahui apa sebenarnya pilar dan dasar ibadah itu. Penulis akan menyebutkan 3 saja:
- al-Hubb ( Cinta): Ketika seseorang telah mencintai Allah diatas segala-galanya maka apapun yang diperintahkan Allah akan dilaksanakan, apapun yang dilarang Allah akan ditinggalkannya atas dasar cinta kepadaNya, apapun yang yang dihimbau Allah akan didengarkan dan ditaati (sami'na wa atha'na). Contoh: Ketika kita mencintai putra putri kita, apapun yang diminta olehnya akan kita penuhi. "Ayah? saya mau sekolah disini, kita sekolahkan, ayah? saya mau kuliah disini, kita kuliahkan. Kenapa? karena atas dasar cinta. Begitupun ketika kita mencintai isteri kita, apapun yang diminta akan kita berikan. Dia perlu mobil berkilat, akan kita berikan, butuh rumah bertingkat akan kita usahakan, pokoknya apapun yang diminta kepada kita akan kita usahakan. Kenapa? karena atas dasar cinta. Akan tetapi, coba ketika kita tidak mencintainya, ketika diminta sesuatu kepada kita rasanya membuat kita jengkel, marah dan sebagainya. Kenapa? karena melakukan sesuatu dengan tanpa dasar cinta. Oleh karenanya, cintailah Tuhanmu maka Dia akan mencintaimu melebihi cintamu padaNya.
- Khauf ( Takut): Maksud rasa takut disini adalah kita merasa khawatir bahwa ibadah yang kita lakukan saat ini tidak diterima Allah SWT. Mungkin kita sudah berumur 10, 20, 30, 40, 50, 60 bahkan 70 dan 80 tahun. Apakah kita pernah merasa khawatir (cemas) bahwa ibadah yang telah kita lakukan selama ini diterima Allah SWT. Tentunya kita tidak akan mengetahuinya. KIta selaku hamba hanya mampu berharap semoga ibadah yang telah kita lakukan selama ini diterima Allah SWT. Maka bangun malamlah dan salatlah untuk merenungi dan memohon kepadaNya, taubatlah kepadaNya dengan sebenar-benar taubat.
- Raja' ( Penuh harap): Apapun yang telah kita kerjakan maka serahkanlah kepada Allah SWT. Berharaplah semoga Dia akan memberikan kita sesuatu yang terbaik dari apa yang telah kita usahakan. Baik itu ilmu yang sedang kita tuntut, rezki yang sedang kita cari atau pekerjaan yang sedang kita geluti. Hamba hanya mampu berharap dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena Allahlah yang menentukan segalanya. Maka konsep DUIT adalah konsep yang patut kita jalankan. Namun sayang banyak orang tidak mengetahuinya. DUIT terdiri dari empat huruf: D adalah do'a, segala apa yang ingin kita cari, harus didahului dengan do'a. U adalah usaha, ketika kita telah berdoa maka yang harus kita lakukan selanjutnya adalah berusaha dengan sesungguhnya. Doa tanpa usaha adalah BOHONG dan usaha tanpa doa adalah SOMBONG. I adalah ikhlas, apapun yang kita lakukan harus didasarkan kepada keikhlasan, jangan sampai niat hanya terbuai pada materi semata. Kemudian T adalah tawakkal kepada Allah SWT.Setelah kita berdoa kepadaNya, berusaha dengan sebaik-baiknya, kemudian mantapkan niat dengan keikhlasan dan langsung berserah diri kepada Allah SWT. Ketika itu sudah dan telah kita lakukan maka kita akan mendapatkan yang namanya DUIT. Oleh karenanya, marilah kita lakukan dan kita tela'ah kembali pilar-pilar ibadah ini, apakah telah sepenuhnya kita lakukan atau belum sama sekali. Wallahu'alam!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya sangat mengharapkan komentar, kritik , saran dan tanggapan yang membangun untuk kemajuan kita bersama.