Kantin kejujuran merupakan salah satu terobosan berbisnis kreatif. Sehingga munculnya saling percaya antara penjual dan pembeli. Di samping itu, kantin kejujuran juga memiliki nilai positif bagi para siswa untuk melatih kejujuran.
Tergerusnya nilai-nilai kejujuran pada oknum para birokrat, elite politik dan para pejabat sangat mengkhawatirkan negeri ini. Indonesia yang di bangun dengan landasan sila pertama; Ketuhanan yang maha esa, seperti pepesan kosong belaka. Sehingga banyak dari para petinggi negeri ini yang tidak menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam sila pertama tersebut.
Namun, para guru tidak boleh lekas putus asa dengan terkuaknya berbagai tindak ketidakjujuran tersebut. Para guru harus selalu optimis untuk menerapkan nilai-nilai kejujuran pada diri siswa. Sehingga biarkan negeri ini dihancurkan oleh para oknum yang tidak jujur, namun lima atau sepuluh tahun yang akan lahir pemimpin jujur dari rahim kantin kejujuran.
Pelajaran akhlak yang selalu diajarkan di kelas hanya sebatas teori bila tidak diaplikasikan oleh para siswa. Para guru agama mengajarkan siswa untuk tidak makan sambil berdiri dan makan dengan tangan kiri. Namun praktek setelah jam pelajaran agama selesai berubah drastis seperti teori yang diajarkan di kelas. Banyak dari para siswa “cuek” dengan teori yang dipelajari di kelas.
Begitu pula dengan nilai-nilai kejujuran. Sikap muraqabatullah (merasa diawasi oleh Allah) yang dipelajari di kelas akan sia-sia bila tidak dipraktekkan oleh para siswa. Oleh karena itu, guru harus mengambil inisiatif agar melakukan berbagai terobosan untuk melatih kejujuran para siswa. Dan kantin kejujuran adalah salah satu terobosan yang sudah dilakukan beberapa sekolah untuk melatih kejujuran anak. Terobosan ini perlu diapresiasi.
Dengan demikian, sikap muraqabatullah yang diajarkan di kelas akan dipraktekkan oleh para siswa di kantin kejujuran. Para siswa akan terbiasa dengan pola hidup jujur. Karena merasa ada yang mengawasi, yaitu Allah. Para siswa tidak akan lagi mengambil yang bukan haknya, karena Allah mengawasinya. Para siswa akan membeli makanan di kantin dengan sikap muraqabatullah, yakni merasa diawasi oleh Allah dalam segala tindak-tanduknya.
Oleh karena itu, kantin kejujuran adalah cara belajar sikap muraqabatullah paling efektif bagi para siswa. Para siswa tidak lagi membayar barang beliannya karena takut pedagang, guru ataupun dilihat oleh teman-temannya. Namun akan terpatri dalam diri mereka, bahwa bukan pedagang yang melihat mereka, bukan guru yang memantau dan bukan teman yang melapor mereka, akan tetapi Allahlah sang maha melihat, maha pemantau dan maha tahu apa yang dilakukan hambanya. Inilah cara melatih sikap muraqabatullah pada diri siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya sangat mengharapkan komentar, kritik , saran dan tanggapan yang membangun untuk kemajuan kita bersama.