Saleum Teuka Syedara

Belajar Dakwah Bersama Dai Muda

Sabtu, 02 Juli 2011

Chaiya-Chaiya

CHAIYA-CHAIYA
Berita yang sangat menghebohkan saat ini videonya Briptu Norman Kamaru, salah satu anggota Brimob Gorontalo dengan pangkat Brigadir Satu. Video yang dimasukkan kedalam youtube itu tertanggal 29 maret 2011 telah dilihat oleh ribuan masyarakat Indonesia. Dengan lagu India tersebut yang dinyanyikan oleh Syahrul Khan diperagakan oleh Briptu Norman dengan gerakan yang persis sama. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia adalah pencinta lagu India sejak tahun 80-an. Hingga saat ini lagu India masih berbekas dipikiran masyarakat Indonesia.
Maka tak heran, lewat youtobe Briptu Norman telah menyihir sebagian masyarakat Indonesia ini. Tidak bisa dipungkiri kenapa masyarakat kita menyukai lagu India? Ada apa di balik itu semua? Tentu bangsa yang mayoritas Islam ini hidup dengan berbagai macam agama atau dikenal dengan masyarakat plural. Sejarah Islam pertama masuk ke Indonesia adalah lewat para Gujarat atau pedagang Arab, Cina, Eropa dan India waktu itu. Mereka mampu menyebarkan Islam lewat dagangan dan boleh jadi lewat keseniaan yang dibawanya. Kita lihat para wali songo juga menyebarkan Islam lewat kesenian, wayang dengan macam bentuk  bisa menarik simpati masyarakat terhadap Islam.
Maka, hingga saat ini ribuan masyarakat non-Islam berbondong bondong masuk Islam. Ini banyak disebabkan oleh, Islam tidak dikembangkan dengan kekerasan, pedang, dan tumpahan darah. Namun, dikembangkan dengan jalan dakwah dan jalur damai. Dengan Chaiya-chaiya itu pula, saat ini telah merubah pola pikir masyarakat tentang polisi dan sejenisnya. Yang biasanya Brimob identik dengan kekerasan, tegas, dan “sangar” namun, paradigma itu telah dibalikkan oleh sang Briptu. Dengan hanya 6 menit 20 detik itu masyarakat sudah mulai lega dan senang dengan hal itu. Boleh jadi tahun ini banyak masyarakat yang berbondong bondong memasukkan anaknya menjadi polisi, Brimob dan sejensnya.
Mengenai hal itu, manusia banyak kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Dengan kelebihan itu dia mengeskpresikan diri seperti Briptu Norman, dan pula dengan kelemahan akan menjadi kekuatan untuk menjadi menunjang segala sesuatu yang diinginkan. Dengan kedua itulah kita hidup berdampingan dengan masyarakat lain dan ini identik dengan “masyarakat sosial”. Yakni, masyarakat yang tidak bisa hidup sendirian, harus selalu ada bantuan dan kasih sayang dari orang lain baik itu tetangga, karib kerabat dan orang orang yang terdekat.
Bakat keartisan dalam jiwa seseorang tidak bisa terlepas begitu saja. Manusia akan mengeskpresikan hal itu dimana saja dan oleh siapa saja. Baik itu dia polisi, pejabat, TNI dan masyarakat sipil sekalipun. Maka tak heran kita lihat bahwa, berapa banyak orang saat ini yang sudah terkenal “gara-gara” dunia maya lewat youtobe. Mulai dari Cinta Jojo, Udin sedunia, Briptu Norman dan masih banyak yang lainnya. Dan dapat pula dipastikan bahwa akan ada yang menyusul mereka-mereka yang sedang naik daun itu.
Sebuah bakat jika tidak dikembangkan dengan baik, bakat tersebut akan terpendam dan akan hilang begitu saja tanpa disadari. Maka, mahasiswa yang ideal mereka yang bisa mengembangkan dan mengeskpresikan bakat melalui berbagai apapun. Dengan demikian, apa yang akan dicita-citakan oleh seseorang akan tercapai dengan sendirinya. Maka dengan itu kita sangat mengharapkan, seorang mahasiswa ideal mereka bisa kritis dan solutif dalam berbagai fenomena yang muncul dimasyarakat. Karena dengan itu, orang akan menjadi simpati dan tertarik dengan mahasiswa. Dan akan merubah pola pikir masyarakat bahwa, yang namanya mahasiswa tidak identik dengan demo dan demo.(Ditulis oleh: Adnan/KPI/UMY. Hp: 085277059370).

2 komentar:

  1. Semoga bakat kita semua tersalurkan dengan baik....

    BalasHapus
  2. amin,,, manusia punya bakat dan minat masing-masing. Semoga dapat tersalurkan dengan baik dan berada di jalan yang benar. amin..

    BalasHapus

Saya sangat mengharapkan komentar, kritik , saran dan tanggapan yang membangun untuk kemajuan kita bersama.