Keutamaan membaca al-Quran
Al-Quran yang berada di tangan kita saat ini telah melewati waktu selama sekitar 14 abad, terhitung sejak Nabi SAW menjadi Nabi. Beliau diangkat menjadi Nabi sekitar tahun 611 M. Jika dihitung dengan tahun Hijriah, maka mushaf ini sudah berumur sekitar 1423 tahun. Menariknya adalah selama itu belum ada perubahan sedikitpun tentang keaslian dan keotentikan al-Quran. Kenapa dan mengapa?? karena Allah SWT telah berfirman:
Artinya:”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (al-Hijr:9).
Dalam ayat ini dan beberapa ayat yang lain bahwa, Allah SWT menjamin kemurnian dan keasliannya. Namun demikian, al-Quran adalah kalam Allah SWT yang didalamnya mengandung dan membahas berbagai aspek kehidupan manusia. Maka membacanya pun dianggap suatu amal ibadah. Rasul bersabda: “ Barangsiapa membaca satu huruf dari al-Quran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (HR.at-Tirmidzi dan Ibnu Mas’ud). Subhanallah! Membaca alif lam mim kita sudah mendapatkan 30 (tiga puluh) kebaikan, jika kita membacanya dengan niat ikhlas karena Allah semata.
Coba jika anda ahli matematika, ketika kita membaca Bismillahirrahmanirrahim yang didalamnya terdapat 19 (Sembilan belas) huruf, kalikan berapa pahala yang akan kita dapatkan. Subhanallah! Namun jika kita membaca 30 (tiga puluh) juz yang didalamnya ada 6236 ayat, kemudian hitung berapa huruf didalamnya dan kalikan berapa pahala yang akan kita dapatkan. Subhanallah! Allah SWT berfirman:
Artinya:”Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”. (al-Fathir:29-30).
Mari kita lihat beberapa hadist Rasul SAW yang mengungkapkan tentang keutamaan membaca al-Quran:
1. “Sebaik-baik kamu adalah orang yang membaca al-Quran dan mengajarkannya”. (HR.Bukhari).
2. “Orang yang membaca al-Quran dengan mahir, ia akan bersama malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membaca al-Quran masih terbata-bata masih ada nampak kesulitan, maka ia memperoleh dua pahala”. (HR.Bukahri dan Muslim).
3. “Seorang mukmin yang mampu membaca al-Quran laksana buah jeruk; aromanya wangi dan manis rasanya. Sementara orang mukmin yang tidak membaca al-Quran laksana buah kurma; tidak beraroma meskipun manis rasanya. Orang munafiq yang mampu membaca al-Quran laksana bunga; aromanya semerbak tapi pahit rasanya. Adapun orang munafiq yang tidak mampu membaca al-Quran bagaikan pare; tidak beraroma dan pahit rasanya”. (HR.Bukhari dan Muslim).
4. “Sesungguhnya dengan kalam ini (al-Quran) Allah SWT mengangkat derajat umat dan merendahkannya yang lainnya”. (HR.Muslim).
5. “Bacalah al-Quran, karena pada hari kiamat ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya”. (HR. Muslim).
6. “Seseorang tidak boleh hasud kecuali dalam 2 (dua) hal: Pertama, kepada seseorang yang telah Allah berikan al-Quran dan menyibukkan diri dengannya siang dan malam. Kedua, kepada orang yang telah diberi harta oleh Allah dania sibuk memberikan infak siang dan malam”. (HR. Muslim).
Hasud adalah sikap seseorang yang mengharapkan agar nikmat diterima oleh orang lain hilang daripadanya, dan itu diharamkan oleh agama Islam. Sedangkan hasud yang terdapat dalam hadist di atas adalah yang terkenal dengan Ghibah, yaitu seseorang yang ingin memperoleh kebaikan seperti yang diperoleh orang lain, tanpa berkeinginan nikmat yang diterima orang lain itu hilang darinya. Hasud ghibah tersebut diperbolehkan dalam Islam.
7. Hadist Qudsi: Allah SWT berfirman:”Siapa yang menyibukkan diri dengan al-Quran dan ber-zikir kepada-Ku (sehingga lupa) tidak meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan yang lebih baik dari yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Keutamaan kalam Allah dibandingkan dengan yang lainnya, laksana keutamaan Allah dibandingkan dengan para makhluk-Nya”. (HR.at-Tirmidzi).
8. “Orang-orang yang mulutnya tidak pernah membaca al-Quran laksana ruamh tua tak terawat yang ditinggalkan penghuninya”. (HR.at-Tirmidzi).
9. “Dikatakan kepada pemilik (pembaca-penghafal) al-Quran, ‘Bacalah, lembutkan dan tartilkanlah layaknya engkau bacakan di dunia. Kedudukanmu adalah pada ayat-ayat terakhir yang engkau baca”. (HR.Abu dawud,at-Tirmidzi dan an-Nasa’i).
10. “Siapa yang membaca al-Quran serta berusaha mengamalkannya, maka kelak di hari kiamat kedua orang tuanya akan diberi mahkota yang bersinar lebih baik daripada sinar matahari di dunia. Bagaimana menurutmu orang yang mampu melaksanakan hal ini?”. (HR.Abu dawud).
11. “Bacalah al-Quran, karena Allah tidak akan menyiksa hati yang menjaga al-Quran. Al-Quran ini benteng Allah; siapa yang masuk kedalamnya akan aman. Dan berilah kabar gembira kepada siapa saja yang mencintai al-Quran”. (HR. ad-Darimi).
12. “Orang yang paling berhak menjadi imam suatu masyarakat adalah yang paling baik membaca al-Quran”. (HR. Muslim).
Para ulama sepakat bahwa membaca al-Quran adalah lebih utama dibandingkan membaca tasbih, tahlil maupun zikir-zikir lainnya. Membaca al-Quran adalah zikir yang paling baik. Allah SWT berfirman:
Artinya:”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (ar-Ra’du:28)
Oleh karenanya penulis (adnan yahya) mengajak diri pribadi dan pembaca yang budiman, mari kita jadikan al-Quran sebagai sahabat kita. Dengan demikian dia (al-Quran) akan menemani kita hidup di dunia dan di akhirat kelak. Amin, Wallahu’alam!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya sangat mengharapkan komentar, kritik , saran dan tanggapan yang membangun untuk kemajuan kita bersama.