Angin bertiup dari utara, menuju ke arah selatan, sambutlah salam dari saya, walau tidak berjabat tangan.
Assalamualaikum. Wr. Wb.
Tiada kata yang paling indah kecuali memuja dan memuji Allah penguasa alam jagad raya, menjadikan insan sebagai raja di bumi persada, menyerahkan pengelolaan kepada manusia, semoga amanah kita terlaksana,ilmu agama menjadi pondasi utama, sehingga Baldatun Thayyibatun akan terwujud dalam kehidupan nyata, bukan hanya sekedar pemanis bibir penguasa bahkan seperti orang yang ikut Pilkada.
Selawat dan salam kepada reformis sejati, membawa syariat sesuai hati nurani, membela kebenaran tanpa kenal henti, menebar perdamaian dimanapun ia berdiri, itulah dia Muhammad SAW Rasul Ilahi.
Yang terhormat dewan juri yang arif dan bijaksana dan kepada seluruh pendengar yang berbahagia.
Ilmu adalah alat menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Hidup tanpa ilmu bak hewan yang tidak mengendalikan hawa nafsu. Islam adalah salah satu agama yang sangat menekankan akan pentingnya ilmu. Munculnya orang kecil dan besar karena ilmu seperti Aristoteles, ibnu khaldun, ibnu Sina dan sebagainya. Namun sayang, zaman serba canggih membuat orang menyepelekan ilmu, budaya keilmuan tidak dibangun berdasarkan keimanan. Padahal, jika kita kilas balik kebelakang mulai zaman Nabi SAW ilmu sudah dibudidayakan. Berdasarkan beberapa fakta di atas izinkan kami menyampaikan beberapa ayat yang berkenaan dengannya dengan judul:
Budaya Keilmuan dalam Islam
Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an surah al-Alaq:1-5,berbunyi sebagai berikut:
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (al-Alaq:1-5)
Pendengar yang budiman dewan juri yang mulia
Kata iqra’ adalah fi’il amar berdiri atas wazan fa’ala (qaraa) yang berarti perintah membaca. Membaca dalam hal ini bermakna luas, perintah menuntut ilmu baik sekolah formal maupun informal,membaca ayat-ayat qauniyah maupun qauliyah. Kata kalam diatas yakni pena dengan maksud Allah SWT mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca. Jadi, budaya menuntut ilmu sudah diajarkan pada saat wahyu pertama turun kepada Nabi SAW. Bahkan dalam al-Qur’an kata ilmu di sebut sebanyak 854 kali, begitu penting ilmu dalam Islam.
Namun seiring dengan perkembangan waktu cendikiawan muslim mulai lenyap ditelan massa. Muslim mundur dari budaya keilmuan sejak runtuhnya khalifah Turki Usmani hingga saat ini. Tokoh-tokoh yang terkenal hingga saat ini adalah Thomas Alpha Edison penemu lampu pijar, walaupun pada saat sekolah ia seorang biasa bahkan dikeluarkan dari kelas karena kebodohannya. Al-Khawarizmi penemu angka 0 (Nol), seandainya bukan jasanya maka tahun 2010 tidak akan ada.
Pertanyaannya adalah: apa yang membedakan mereka? Perbedaan mereka hanya satu, yang beragama non-Muslim lebih dikumandangkan dibangdingkan yang Islam. Akhirnya al-Khawarizmi, ibnu sina, ibnu khaldun, ibnu Rusyd hilang dalam sejarah ditelan massa. Karena barat alergi mendengar kejayaan Islam atau boleh jadi umat Islam sendiri yang tidak tahu tokoh Islam.
Seandainya budaya keilmuan tidak ada maka, kita tidak akan mengenal Hp, TV, dan Listrik. Namun hari ini fakta menunjukkan umat Islam mulai ketinggalan ilmu pengetahuan, contoh: dulunya Indonesia tempat menuntut ilmunya bangsa asing, namun saat ini kita yang kesana. Surat al-Alaq betapa pentingnya membaca, membaca adalah jendela ilmu. Proses membaca adalah hal yang sangat urgen dalam ilmu pengetahuan. Melalui membaca kita dapat menjelajahi dunia dan angkasa, kita akan mengetahui bahwa dunia ini harus seimbang, ada energi positif dan negative semua telah termaktub dalam al-Qur’an.
Allah SWT berfirman dalam surah al-Anbiya’:30, berbunyi sebagai berikut:
Artinya: “Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?” (al-Anbiya’:30)
Hadirin dan hadirat yang ganteng dan cantik jelita
Lalu seperti apa hubungan agama dengan ilmu? Agama kristiani pernah mencatat hubungan agama dengan ilmu dua hal yang bertentangan, sehingga otoritas gereja berada di atas segala-galanya. Alhasil para ilmuan yang hidup di abad kegelapan harus menanggug resiko, mereka meninggal di penggal zakarnya oleh algojo. Kemudian timbullah pemberontakan hingga lahir Kristen protestan, ini kristiani bagaimana dengan Islam?
Islam bukan hanya sekadar agama namun ideologi,isme dan juga ilmu. Islam memandang ilmu sebagai modal utama, perbedaan manusia dengan hewan adalah ilmu. Begitu besar hubungan kausalitas, simbiosis antara agama dan ilmu. Negara maju bukan karena harta tapi ilmu,orang di kenang dan dihormati karena ilmu. Jams Watt penemu mesin uap, hari ini inovasinya dikembangkan oleh China, Amerika dan Jepang. Dimana Negara Islam?. Kita memang terjebak dalam dunia konsumenisme yang melihat barang baru langsung diserbu, tahu pameran elektronik langsung tertarik, tidak bisa beli cash langsung kredit.
Saudara-saudara yang seaqidah dan setanah air
Maka oleh karena itu, mari umat Islam mengejar ketertinggalan itu. Mari kita kuasai dunia dengan ilmu, ilmu adalah hal dasar yang paling penting dalam sebuah Negara. Ingat, bangsa ini adalah kaya raya, masih banyak tempat mengaplikasikan ilmunyang kita miliki. Hanya ini yang dapat kami sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan.
Janganlah letih berusaha, karena Allah akan membalasnya, kita sudah berdoa mendapat pahala, semoga di tambah dan mendapat dengan juara.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya sangat mengharapkan komentar, kritik , saran dan tanggapan yang membangun untuk kemajuan kita bersama.