Hidup dan Realitas
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحَمدُ لله الذِي آرسَل رسُولَهُ محمدًا صلى اللهُ عَليهِ وسَلم , الهُم صَل وسلم عَلَي سيدنَا مُحمد وعَلى الهِ واصحَابهِ اجمِعين اما بعد :
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya. Sehingga kita dapt berfikir dan berzikir kepadaNYA. Shalawat dan salam kepada junjungan kita bersama Nabi Muhammad SAW yang telah merubah pola pikir manusia dari jahiliyah kepada islamiyah seperti yang kita rasakan saat ini.
Amma Ba’du.
Hidup adalah anugerah Allah SWT yang di berikan kepada makhluknya. Manusia salah satu Makhluk hidup yang di lengkapi dengan akal. Bahkan akal itulah yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk yang lain. Hidup bukan untuk di sesali namun, hidup untuk di nikmati sesuai dengan syari’at Allah SWT. Imam Al-Ghazali mengatakan:”Beribadahlah kepada Allah seakan-akan kamu mati besok, dan Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya”.
Inilah ungkapan Al-Imam kepada kita, sehingga dalam hidup tidaka akan ada penyesalan. Bangsa kita saat ini mempunyai berbagai macam masalah (problem), mulai dari berbagai kasus yang tidak terselesaikan dan lainnya. Kemiskinan di bangsa ini mencapai 31%, itupun di anggap makmur tidak sesuai dengan jenjang Internasional. Di jenjang internasional orang di katakan makmur (ridak miskin) apabila per-hari pendapatan perkapita 2 dolar (18 ribu). Namun di Indonesia di anggap masyarakat makmur apabila pendapatan perkapita per-hari 1 dolar (9 ribu).
Coba kita bayangkan sejauh mana perbedaan, bahkan apabila yang di ambil syarat makmur Internasional maka, kemiskinan di bangsa Indonesia lebih dari 50%. Namun apabila kita lihat korupsi negara kita berada dalam lima besar. Inilah bangsa yang masih membutuhkan orang-orang yang bisa memecahkan masalah (problem solver). Walaupun demikian kita tidak merasa minder, tidak menyalahkan pemimpin (ulil amri/umara) atau Ulama. Tetapi mari kita salahkan diri kita, semua ini kita jadikan sebagai bahan introspeksi (muhasabah) untuk menjalani hidup sesuai dengan realitas. Imam Al-Ghazali membagi orang bahagia kedalam 4 (empat) kategori :
a. (Bahagia di dunia dan bahagia pula di akhirat).
Ini pilihan semua orang. Semua orang berkeinginan seperti ini. Namun keinginan tidak sesuai dengan do’a dan ikhtiar. Ingat “Usaha tanpa do’a kosong, Do’a tanpa usaha bohong”. Allah berfirman :
b. (Sengsara di dunia dan namun bahagia di akhirat).
Ini adalah kehidupan orang miskin. Dunia hidup hanya beratapkan langit dan berlantaikan bumi. Namun mereka tidak lupa dengan sang pencipta Allah SWT (al-Khaliq). Hidup di bawah kolong jembatan, hanya memiliki gubuk reot, makan tidak menentu namun Zikrullah selalu menyinar dalam hatinya (Qalbu). Ini lah orang miskin namun tidak mau membuat orang lain sengsara gara-gara kemiskinannya.
c. (Bahagia di dunia namun sengsara di akhirat).
Orang yang mengalami hal ini adalah para koruptor, perampok, penipu, pezina dan segala manusia yang hanya mementingkan duniawi saja. Mereka tinggal di rumah mewah, banyak uang, mempunyai pengaruh di masyarakat, mereka punya kekuasaan, punya jabatan dan berbagai macam fasilitas di dunia. Tapi mereka lupa dengan fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa dan orang-orang yang membutuhkannya.
Hidup hanya mementingkan materi (pragmatis). Namun lupa dengan kebahagian yang hakiki di akhirat.
Allah SWT berfirman:
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Q.S.al-A’la:17).
d. (Sengsara di dunia dan sengsara di akhirat).
Ini adalah manusia yang tidak mempunyai hati dalam hidup. Mereka hidup di rumah reot, di bawah kolong jembatan, miskin bahkan mereka juga lupa dengan zat yang menciptkannya. Pintu hati sudah di tutup serapat-rapatnya. Sehingga pintu hati mereka mati tanpa hidayah dan taufik.
Allah SWT berfirman:
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka. dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat (Q.S.al-Baqarah: 7).
Hanya inilah yang dapat saya sampaikan, semoga dapat menjadi pencerahan dan renungan bagi saya pribadi dan pendengar yang berbahagia. Maka dalam hidup banyak-banyaklah berzikir dan berfikir atas ciptaan Allah SWT.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Oleh : Adnan/KPI/UMY.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya sangat mengharapkan komentar, kritik , saran dan tanggapan yang membangun untuk kemajuan kita bersama.