Saleum Teuka Syedara

Belajar Dakwah Bersama Dai Muda

Jumat, 23 September 2011

Pemuda yang di dambakan umat


Pemuda adalah orang yang selalu di dambakan oleh umat, oleh seluruh komponen masyarakat. Tanpa kehadiran seorang pemuda maka dunia akan terasa hampa dan tidak akan berhias seperti ini. Pemuda pemegang estafet dan tombak bagi suatu bangsa dalam menyelesaiakn berbagai problematika umat yang telah terjadi (lampau) maupun yang sedang terjadi (kini).
Timbul tanda tanya besar dalam benak kita, pemuda yang seperti apa yang di dambakan oleh umat?, apakah pemuda yang hanya berorientasi pada demonstrasi yang tidak akan pernah menyelesaikan berbagai macam masalah. Apakah itu yang di dambakan umat? Sungguh sebenarnya tidak. Umat hanya membutuhkan para pemuda yang memiliki planning jauh ke depan, visi, relasi dan cita cita yang tinggi dalam membangun bangsa dan negaranya.
Bellen Keller mengatakan bahwa:”The most pathethic person in the world is someone who has sight, but has no vision”Yang sangat menyedihkan di dunia ini adalah orang yang bisa melihat, akan tetapi mereka tidak punya visi”. Umat tidak membutuhkan pemuda yang letoy, botol (bodoh dan tolol) dalam menanggapi berbagai macam persoalan dan tantangan yang di hadapi umat. Akan tetapi, fenomena realitas yang terjadi saat ini, kita sangat bersedih di mana sebagian para pemuda telah jauh dari norma norma agama,harapan masyarakat, mereka turun ke jalan dan nekat merusak seluruh fasilitas umum, merusak semua yang itu merupakan tumpuan pemerintah dalam menjalankan tugasnya.
Bukan masalah boleh demo atau tidak, akan tetapi bangsa kita ini adalah bangsa yang penuh dengan norma adab, kesopanan kebersamaan (Bhinneka Tunggal Ika). Akan tetapi hanya realisasi dari norma tersebut yang belum ada. Dalam menanggapi berbagai macam kasus yang ada di masyarakat maka seorang pemuda yang jenius, cerdas mampu membaca berbagai macam masalah dan akan memberikan solusi yang menggembirakan.
Fungsi pemuda di tengah tengah umat adalah:
  1. Bi’ats Al-Himmah (generasi penerus)
Manusia adalah salah satu dari makhluk Allah yang bernyawa, makhluk yang akan kembali kepada Allah SWT. Maka kewajiban manusia mempersiapkan sang generasi sebagai penerus dan sekaligus pelurus bangsa ke depan. Soekarno ( presiden pertama Indonesia) mengatakan:” Berikan kepadaku 10 (sepuluh) orang pemuda maka akan ku goncangkan Indonesia ini”.
Mantan presiden kita itu berani mengatakan hal itu, kenapa dan mengapa? Karena memang Indonesia sangat membutuhkan seorang reformis, pembaharu yang akan membawa umat kearah yang lebih baik. Memang hal yang selalu membuat para pemuda jera dalam menanggapi berbagai macam kasus adalah beribu hambatan dan rintangan yang mereka lewati. Akan tetapi kesempatan yang di miliki oleh pemuda adalah sangat luas. Kita harus bangga menjadi seorang pemuda, waktu muda adalah waktu emas bagi kita dalam mengemban diri kepada umat. Kapan waktu lagi kita merubah pola hidup umat.
Kitalah para pemuda yang sangat berwenang dalam menangani hal tersebut, “kalau bukan kita siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi. Umur yang di berikan Allah saat ini mari kita gunakan yang bermanfaat bagi orang lain, Nabi SAW bersabda:”Khairunnas anfa’uhum linnas, manusia yang paling baik adalah manusiaa yang bermanfaat bagi orang lain”. Waktu muda ini tidak akan pernah terulang kembali “You can only be young once, but you can always be immature”. Kapada pemuda yang terhormat “ Usia muda bukanlah waktu untuk menunda untuk berkarya”.
Kata bijak bertanya” apa perbedaan hambatan dengan kesempatan? Sebenarnya perbedaan hanya terletak pada sikap kita yang memandangnya. Karena selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan, dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan. Maka wahai pemuda penerus mari kita semangat tetap beristiqamah dalam menghadapi berbagai macam celaan. Jangan takut hambatan, hilangkan pikiran yang membuatmu mundur dari melawan hawa nafsu yang dapat merugikan dirimu sendiri, masyarakat, Negara bangsa dan agama.
Wahai pemuda mari bangun dari tempat tidur yang empuk untuk menyelesaiakan persoalan umat, pantang menyerah dan jangan berputus asa jikalau hal yang kamu inginkan, kamu cita citakan belum tercapai. Ingat wahai pemuda” kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Dan kata bijak Inggris juga mengatakan “All start is difficult” semua di mulai dengan kesulitan. Dan wahai pemuda mari berdiri memegang tombak dan ingatlah “Tak ada mawar yang tak berduri”. Tidak ada kebahagian yang di lalui dengan santai-santai, enjoy tanpa memikirkan apa apa. Sungguh sangat konyol kalau kita tidak mau berusaha kearah yang lebih baik. Ingatlah wahai pemuda “ Tua adalah kepastian akan tetapi merubah ke arah yang lebih baik adalah pilihan”.
Allah SWT Tuhan alam semesta telah berfirman kepada kita makhluknya:” Innallaha la yughayyiru maa bi qaumin hatta yughairu ma bianfusihim”. Bahwa Allah tidak akan merubah sikap, prinsip, nasib, tingkah laku, perbuatan kita kecuali kita sendiri yang akan merubahnya.
  1. Tajdid Maknawiyah Al-Ummah (pembaharu moral umat)
Fungsi yang kedua pemuda hadir di tengah tengah umat adalah sebagai pembaharu moral. Negara kita masih di kategorikan sebagai Negara yang krisis moral. Dalam suatu masyarakat moral sangat di butuhkan sebagai akibat dan konsekuensi interprentasi (hasil) dari keimanan seseorang. Ini semua secara keseluruhan ada hak di tangan pemuda sebagai pembaharu (tajdid). Dalam menghadapi semua itu dan menangani berbagai problem tersebut pemuda yang di butuhkan adalah pemuda yang memiliki integritas (satu kata dengan ucapan). Pemuda di perlukan cara berkomunikasi efektif dalam menyelesakan problem. Maka dalam hal ini berkomunikasi dengan masyarakat membutuhkan empat hal, sehingga apa yang di rencanakan (planning) akan berjalan dengan seefisien dan seefektif mungkin, yaitu:
  1. Qaulan Karima ( kata/ucapan yang mulia), yaitu kata kata yang tidak menyakiti masyarakat, tidak arogan dan lain lain.
  2. Qaulan Laina ( kata/ucapan yang lembut), apa yang kita sampaikan semua berangkat dari hati (keikhlasan),
  3. Qaulan Ma’ruf ( kata/ucapan yang baik), ucapan yang kita sampaikan hal hal yang positif yang akan bermanfaat dan bermakna bagi masyarakat.
  4. Qaulan Baligha (kata/ucapan yang bisa di pahami oleh masyarakat).
Inilah beberapa kriteria para pemuda yang selalu di dambakan oleh masyarakat dari dulu hingga detik ini. Ingat wahai pemuda! Umar bin Khattab berkata:” bukanlah pemuda yang mengatakan ini bapakku, akan tetapi yang di katakana dengan pemuda adalah yang mengatakan inilah aku”. Maka jangan tergiur dengan hal hal duniawi yang dapat menyebabkanmu kearah yang negatif. Wallahu’alam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya sangat mengharapkan komentar, kritik , saran dan tanggapan yang membangun untuk kemajuan kita bersama.