Saleum Teuka Syedara

Belajar Dakwah Bersama Dai Muda

Jumat, 30 September 2011

ISI KHUTBAH HARI INI

Jamaah jumat rahimakumullah!
Muslim yang baik adalah muslim yang dalam hidupnya mempunyai prinsip. Karena dengan prinsip itulah kita akan bertahan hidup di masyarakat. Orang yang yang tidak memiliki prinsip, maka hidupnya akan mudah di asam garamin orang, akan mudah di ombang-ambingkan orang. 
Jadi dosen, jadilah dosen yang memiliki prinsip. Jadi direktur, jadilah direktur yang mempunyai filter. Jadi mahasiswa, mahasiswa yang memiliki filter. Ketika prinsip alias filter sudah kita kuatkan dalam jiwa, maka hidup akan tenang, damai, tentram. Di maki atau tidak di maki, di caci atau tidak di caci hidup tetap pada prinsipnya. 
Emas itu memang kuning, tapi apakah semua yang kuning itu emas? belum tentu. Boleh berprinsip dan berkeyakinan bahwa emas itu kuning tapi belum tentu semua yang kuning itu emas. Kita mau pilih minyak unta cap babi atau minyak babi cap unta??? Di ketika kita salah pilih alias tidak memiliki prinsip maka akan terkecoh oleh tampilan luar. Jika kita memilih minyak babi cap unta maka kita hanya melihat tampilan luar. Jangan pernah menilai seseorang dari tampilan luar. Karena luar akan bisa menipu. Rasul bersabda:"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupamu, tidak melihat tampilanmu. Tetapi Allah SWT melihat hatimu (Qalb)". 
Jamaah jumat rahimakumullah!
Minimal kita bisa memilih minyak unta cap babi. Walaupun orangnya miskin, hitam, tetapi ingat boleh jadi hatinya (Qalb) putih. Oleh karenanya prinsip dan filter yang kuat sangat dianjurkan dalam Islam. Lukmanul Hakim mengatakan kepada anaknya:" Wahai anakku, Orang yang hidup tidak memiliki prinsip akan mudah di asam garamin orang". Iya Ayah? Tetapi saya kurang percaya!. Kalau kamu tidak percaya ayo kita jalan. 
Jamaah jumat rahimakumullah!
Kemudian lukman dan anaknya pun pergi sambil menuntun seekor keledai. Tiba-tiba datang satu rombongan orang dan mengatakan: " Dasar ayah ama anak sama-sama goblok! keledai punya tapi gak dinaikin malah dituntun. Anakku, sekali kita di caci. Sekarang bapak yang naik ke atas keledai dan kamu yang nuntun. Datang satu rombongan lagi dan mengatakan:" Dasar orang tua gak tau diri, dia enak-enak saja naik keledai tapi anaknya suruh nuntun". Anakku, dua kali kita di caci orang. Sekarang Kamu yang naik ayah yang nuntun. Tiba-tiba datang satu rombongan lagi dan mengatakan:" Dasar anak durhaka, dia enak-enak di atas keledai tapi bapaknya suruh nuntun". Anakku, tiga kali kita di caci orang. Sekarang ayo kita naik dua-dua. Jumpa lagi ama rombongan lain dan mengatakan:" Dasar orang tua gak punya sifat prikebinatangan, udah tau keledai kecil dinaikin dua-dua lagi"> Anakku, emapta kali kita di caci orang. 
Inilah gambaran orang yang dalam hidupnya kagak punya prinsip. Prinsip seorang muslim adalah aqidah yang kuat. Surah al-Ikhlas adalah dasar prinsip seorang muslim. 
Oleh karena itu, khatib mengajak diri pribadi dan jamaah sekalian untuk menjadikan prinsip (aqidah) sebagai landasan untuk membentengi cacian dan makian orang-orang terhadap kita. SELAMAT BERJUANG! MA'AN NAJAH!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya sangat mengharapkan komentar, kritik , saran dan tanggapan yang membangun untuk kemajuan kita bersama.