Si Ucok hendak azan, tapi lupa pakai celana, hendaklah anda menjawab salam, agar keberkahan selalu ada
Assalamualaikum. Wr. Wb.
Puji dan syukur kepada Ilahi Rabbi Warabbun Ghaffur. Qarun orang kaya yang dibenamkan Allah SWT karena tidak pandai bersyukur alias kufur. Fir’aun ditenggelamkan di laut merah oleh Allah karena sok tau alias takabbur. Maka jadilah kita hamba-hambanya yang pandai bersyukur.
Nabi Muhammad SAW tokoh paling besar, mempunyai kharisma tanpa harus berkuasa, memiliki pengaruh tanpa harus membuat kisruh serta memberi imbalan tanpa mengharap bantuan. Seharusnya sebagai pengikutnya kita bersalawat kepadanya sebagai bukti penghormatan.
Yang terhormat Dewan Juri yang arif dan bijaksana dan kepada hadirin hadirat rahimakumullah.
Issue lepasnya Timur Leste dari Indonesia diakibatkan oleh pelanggaran HAM. Dibuktikan dalam sebuah buku yang disusun oleh kedua Negara Per Momeriam AD SPEM. Pada saat yang sama berita dalam “News time” majalah AS memuat berita tentang penyerangan warga muslim terhadap Kristen. Image Islam di mata Internasional semakin terpuruk, sontak berita itu menjadi amunisi untuk mengatakan bahwa Indonesia melanggar HAM. Peristiwa itu sangat dilematis antara menegakkan keamanan dan melawan separatis. Benarkah Islam anti terhadap HAM?
Maka pada kesempatan ini, kami akan menyampaikan beberapa ayat yang berkenaan dengannya, berjudul:
HAM dalam koridor Islam
Di antara hak yang di jamin Islam:
a. Kebebasan hidup
Allah SWT berfirman dalam surah al-Maidah:32, berbunyi sebagai berikut:
Artinya: “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu, sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”. (al-Maidah: 32).
Mafhumlah kita, betapa Islam sangat menghargai hak hidup manusia. Larangan untuk membunuh orang yang tidak bersalah dan tidak berdosa. Bahkan dalam maksud syariah salah satunya Hifzun Nafsi, menjaga hak hidup.
Ketika Jahiliyah, pembunuhan di mana-mana mulai dari kecil sampai tua terutama perempuan. Namun, Islam melepaskan semua belenggu kejahiliyahan tersebut menuju keislaman. Tidak hanya hak manusia, binatang sekalipun di hargai oleh Islam. Hingga saat ini Islam masih melarang umatnya untuk buang air kecil dan besar di air tergenang, juga di lubang-lubang kecil. Karena Islam khawatir akan mengganggu dan menganiaya makhluk Allah yang lain.
Namun demikian, bangsa Indonesia yang mayoritas muslim saat ini selalu menjadi bumerang dengan bangsa Barat. Merebaknya pelanggaran HAM didengungkan oleh Negara yang konon katanya bapak Demokrasi. Saddam Husein dikatakan telah membunuh ribuan warga kurdi yakni suku minoritas yang berpahamkan Syiah, semua dibungkus dalam bingkai HAM. Belakangan ini terdengar Timur Tengah banyak melakukan pelanggaran HAM, kebebesan warga Negara tidak diamanatkan oleh konstitusi. Memakai jilbab diisuekan menjadi trend terhadap pelanggaran HAM.
Lahirnya Ahmadiyah dan Lia Eden disebut diperbolehkan konstitusi. Ajaran ini memiliki hak untuk berkembang atas dasar HAM. Sebab agama adalah masalah keimanan. Andai demikian mengapa Negara Paman Sam masih memperbolehkan aborsi? Bukankah janin berhak hidup? Mengapa masih ada umat muslim didiskriminasi di Jerman, Inggris dan AS?
HAM merupakan sebuah jargon yang didengungkan oleh Barat. Tahukah kita, kenapa HAM menjadi issue suci? Siapa pencetus dan latar belakangnya? Karena umat Islam yang cerdas tidak secara instan mengikuti sesuatu tanpa tahu dasarnya. Setiap apa yang kita ucapkan akan di minta pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
Penandatangan Magna Charta pada tahun 1215 dianggap sebagai cikal bakal deklarasi HAM. Fenomena ini dipengaruhi oleh lahirnya pemikir-pemikir baru seperti Thomas Hobbes, Jhon locke dan Montesquieu. Mereka melalui tulisannya menentang kekuatan kerajaan Inggris yang dapat dikategorikan telah berbuat dhalim. Melawan hegemoni kaum borjuis serta menginginkan adanya kemaslahatan dalam kehidupan. Deklarasi HAM baru terjadi pada tahun 1789 dengan melahirkan 3 (tiga) pilar utama,yakni: Kebebasan (liberty), Keamanan (safety), Perlawanan terhadap penindasan (resistance to oppression). Hak seperti ini sebenarnya tanpa dicetuskan pun Islam telah mengajarkannya.
b. Hak beragama, telah di atur dalam Islam. Allah SWT berfirman:
Artinya: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)”. (al-Baqarah: 256)
Islam tidak berkembang dengan dasar Pedang (peperangan). Namun Islam selalu berkembang dengan jalur damai. Tidak menyulitkan dan tidak memaksakan pemeluknya.
c. Keamanan, Allah SWT berfirman dalam surah an-Nur: 27, berbunyi sebagai berikut:
Artinya:”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat”. (an-Nu: 27).
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT
Argument yang diberikan al-Quran tidak dapat dibantahkan lagi. Betapa Islam sangat menjunjung tinggi HAM. Tapi terkadang kita heran, mengapa peranng Iraq-Iran masih terjadi? Amerika mendukung Iraq, padahal membunuh orang adalah pelanggaran HAM. Sedangkan mereka membunuh warga Iraq atas dasar penegakan demokrasi, anaknya HAM. Ternyata mereka yang sok bicara HAM ternyata pelanggar HAM. Lalu kenapa kita harus tunduk kepada pelanggar HAM?.
Maka Islam adalah agama sempurna telah mengatur kehidupan umat dengan sebaik-baiknya. Mari kita jalankan agama kita dengan baik jangan terpengaruh oleh issue yang memojokkan Islam. Islam telah mengatur HAM, diantara yang diatur Islam adalah soal, kebebasan hidup, agama, dan keamanan.
Hanya ini yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat kepada kami pribadi dan kepada seluruh pendengar yang berbahagia.
Galah bukan sembarang galah, tameng bukan dari berlian, kalah bukan berarti lemah, menang bukan berarti kesombongan.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya sangat mengharapkan komentar, kritik , saran dan tanggapan yang membangun untuk kemajuan kita bersama.