Kembali saya mengajak kita untuk mensyukuri nikmat Keislaman. Alhamdulillah.
Setelah saya pahami pertanyaan perkosa-kata. Maka, saya jelaskan (sesuai ilmu saya) filosofi dari satu pernyataan dalam pertanyaan antum.
Pernyataan "untuk bisa mencari tahu" dalam pertanyaan antum adalah bukti bahwa kafir tersebut sudah pernah mendengar dan mengenal (mengetahui) Islam. Contoh, apakah air laut itu "kuning"? jawabannya "bukan kuning" tapi biru. Nah, kenapa muncul pernyataan "bukan kuning", tentu karena sudah tahu, bahwa kuning itu “ada”. Tidak mungkin muncul pertanyaan, apakah air laut itu kuning? Jika “kuning itu tidak ada” alias belum pernah sama sekali di dengar atau di kenal. Karena kalau kuning tidak ada alias tidak diketahui atau didengar, berarti, pertanyaan bukan begitu, tapi: Apakah air laut itu merah?.
Artinya, sekaya apapun seorang kafir serta memiliki fisik yang kuat, bila termasuk dalam dua atau salah satu dari model kafir di atas (jawaban sebelumnya) maka ia masuk surga. (Qs. Al-Isra’: 15).
Akan tetapi, baik kafir kaya dan fisiknya kuat, maupun kafir miskin dan fisiknya lemah, lalu dia mengetahui (mendengar/mengenal) seruan Islam, baik secara langsung (dai hadir ditengah mereka) maupun tidak langsung (melalui media dakwah, seperti Tv, internet dll), lalu ia tidak mengikutinya, maka dia adalah penghuni neraka kekal di dalamnya.
Oleh karena itu, sesuatu yang mustahil terjadi, bila ada seorang kafir kaya, tetapi belum mengetahui atau mendengar sesuatu tentang Islam. Karena bisa saja, kafir kaya tersebut mendengar Islam secara tidak langsung alias lewat media. Ya, sebut saja TV, HP atau alat komunikasi yang beragam merk yang bisa mengakses sesuatu tentang Islam. Karena, apakah mungkin kafir kaya tidak punya TV, atau teknologi masa kini yang bisa mengakses Islam melalui internet dll atau seorang kafir kaya yang hidup terisolir dipelosok di zaman modern ini?. Jawabannya tidak mustahil.
Berikut dalilnya:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya jannah, dan tempatnya ialah naar, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun." (Qs. Al-Maidah : 72).
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.." (Qs. Al-A'raaf : 147).
Wallahu’alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya sangat mengharapkan komentar, kritik , saran dan tanggapan yang membangun untuk kemajuan kita bersama.