Saleum Teuka Syedara

Belajar Dakwah Bersama Dai Muda

Kamis, 21 Juli 2011

sang KORUPTOR

sang KORUPTOR
Koruptor adalah perusak, penghancur, dan pengacau negara, bangsa dan agama di tanah air kita. Rasa-rasanya, koruptor di bangsa yang beragam etnis ini tidak akan hilang (sudah mendarah daging). Bentuk korupsi yang dilakukan pun beragam, ada yang satu juta, dua milyar, 3 triliun bahkan lebih. Nauzubillah!. Sang koruptor pun mulai dari RT, RW, Lurah, Geuchik (baca:aceh), Camat, Bupati/Walilota, Gubernur sampai ke orang nomor satu di Republik Indonesia. Sehingga ada yang nyeleneh bahwa NKRI bukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun NKRI adalah Negara Koruptor Indonesia. masya Allah!!.
Sangat sadis, sedih dan pilu ketika melihat, meneliti dan mengkaji perilaku para pemegang kekuasaan di bangsa ini. Kekuasaan hanya dijadikan untuk "memperbesar" perut sendiri, tidak pernah melihat kemelaratan dan masalah yang dihadapi rakyat. Bahkan yang mereka pikirkan bukan lagi kepentingan rakyat namun hanya kepentingan pribadi dan golongan semata. alm KH. Zainuddin MZ dalam ceramahnya yang terakhir di TVone mengatakan: Jihad yang paling besar di bangsa Indonesia ini adalah melawan Koruptor. Koruptor jauh lebih jahat dibandingkan dengan TERORIS
Koruptor cara membunuh orang adalah dengan: dikurusin dulu, dibuat lapar sehingga lama-lama mati, ungkap sang alm Kyai. 
Apa hukum yang pantas diberikan kepada koruptor?? ??? menurut hemat penulis, Koruptor jangan dihukum mati, karena tidak membuat jera bagi sang pelaku. Salah satu fungsi menjatuhkan hukum adalah untuk membuat pelakunya jera dan menjadi pelajaran bagi calon-calon pelaku yang lain. Hukum yang efektif adalah, Nabi SAW bersabda: Jika fatimah anakku mencuri maka akan ku potong tangannya". Itulah hukum yang efektif, Koruptor dan pencuri sama-sama mengambil harta (uang) orang lain. Jatuhnya hukum potong tangan ketika hasil curiannya mencapai satu dinar. Satu dinar bila dijumlahkan dengan rupiah +- Rp 1.900.000,00. Coba kita bayangkan berapa uang yang para koruptor ambil di kas negara, lebih dari itu. Usulan: para koruptor sebenarnya bukan tangan yang dipotong namun DI CINCANG habis. Ayo kita cincang mereka......!!!!!! 
Oleh karenanya, bila bangsa ini menerapkan hukum al-Quran dan as-Sunnah penulis yakin bangsa ini akan bebas dari koruptor. Namun sayang mereka mengedepankan hukum buatan manusia, hukum bisa di jual beli. Bila bersalah yang miskin maka akan di hukum namun bila orang kaya bersalah dilindungi. Hukum di bangsa ini bagaikan Pisau (Tajam kebawah namun tumpul keatas), bilang sang Kyai. 
Semoga tulisan ini akan menjadi bahan renungan bagi kita semua, amin...!!!

Senin, 18 Juli 2011

Marhaban ya Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan itulah yang sering terdengar dan tertulis di spanduk ketika Ramadhan tiba. Para da'i mulai mempelajari kembali tentang Bulan Agung itu untuk persiapan Kultum, Ceramah, Dakwah ketika terawih tiba. Surat al-Baqarah ayat 183 kembali di hafal oleh seluruh pengisinya. Kemungkinan besar datang bulan itu tepat 1 agustus 2011 ( kita tunggu saja pengumuman pemerintah). 
Pertanyaannya adalah: apa yang telah kita persiapkan untuk menjemput bulan yang penuh rahmat itu? seandainya belum, maka mari kita persiapkan semua itu untuk menggapai hasil dan pahala yang melimpah dari ibadah yang akan kita lakukan nantinya. Kembali sejak dini kita mengingat, membaca dan menghayati mulai dari yang merusak ibadah puasa dan kegiatan-kegiatan sunnah lainnya. 
Jangan jadikan bulan Ramadhan tahun ini sama hasilnya bak Ramadhan tahun lalu. Mari kita perbaiki dan instrospeksi kesalahan apa saja yang pernah kita lakukan di tahun lalu. Mari sambut Ramadhan itu sejak dini dengan tanda-tanda ibadah wajib dan sunnah selalu kita lakukan hingga saat ini.
Ingat hadist Rasul: "Berapa banyak orang yang puasa namun mereka tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan haus dahaga saja". Ingat saudaraku, kata Rasul: " seandainya manusia tahu apa kelebihan bulan Ramadhan maka dia akan bercita-cita bahwa semua bulan adalah Ramadhan". 
Mari sambut Ramdhan dengan Iman dan Taqwa.

Rabu, 06 Juli 2011

Konsep Dakwah alm KH Zainuddin MZ

Konsep Dakwah alm KH Zainuddin MZ

Hari selasa, 05 Juli 2011 sekitar jam 9.20 WIB umat Islam kembali berduka. Meninggalnya seorang Kyai besar di mata masyarakat dan dijuluki Da’i Sejuta Umat. Beliau adalah panutan dan contohan bagi para Da’i muda saat ini. Bahkan suara, logat, gaya bicara dititu oleh penggemarnya. Salah satunya adalah “BETUL” dan yang lainnya, hal ini tiru oleh seorang komedian bernama Kiwil. Namun, kita berdo’a semoga amal baik beliau diterima Allah SWT dan diampuni segala dosanya, amin. Oleh karenanya penulis ingin memaparkan konsep dakwah Da’i Sejuta Umat ini:

alm KH Zainuddin MZ adalah da’i yang padanya terkumpul kehebatan tiga orator besar Indonesia. Ia bisa menjadi singa seperti Soekarno, mampu mewarisi kehalusan bahasa seperti Buya Hamka dan sanggup bermain logika seperti Idham Kholid.

Dalam berdakwah alm KH Zainuddin MZ lebih banyak menggunakan pendekatan humanistis (kemanusiaan) artinya dalam berdakwah ia lebih banyak menyentuh, bukan menyinggung, mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, ibarat mencubit tetapi tidak terasa sakit. Pendekatan ini sebenarnya aplikasi dari metode yang diterapkan oleh Rasulullah SAW dalam berdakwah.

Selain menggunakan metode humanistis tersebut, alm KH Zainuddin MZ dalam berdakwah menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, karena itu titik sentralnya dalam berdakwah adalah pesan dakwah harus mengena, sampai pada sasaran.

Hal ini terbukti dengan merasa hausnya umat atas siraman rohani yang ia sampaikan.

Materi Dakwah alm KH Zainuddin MZ

Materi dakwah K.H. Zainuddin M.Z. ada pada tiga masalah pokok dan mendasar bagi umat Islam yaitu keimanan, ukhuwah Islam dan pada prestasi ibadah. Keberhasilan alm KH Zainuddin MZ. dalam berdakwah, karena ia mampu mengaktualisasikan dan menterjemahkan konsep-konsep Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari ( tekstual dan kontekstual ).

Disamping itu ia menjadikan agama dalam dakwahnya sebagai solution(memberi jawaban) terhadap problem yang dihadapi umat.

Beberapa sebab yang dapat menjadikan dakwah alm KH Zainuddin MZ dapat dengan mudah diterima oleh umat antara lain:
1. Materi dakwahnya up to date, mampu memberi jawaban terhadap masalah yang dihadapi umat. Untuk merangsang rasa ingin tahunya untuk selalu mengikuti dan pada akhirnya umat tersentuh dengan nilai-nilai Islam yang ia sampaikan. Jika umat tersentuh (bukan tersinggung) maka pasti akan mendekat.
2. Materi khutbahnya sesuai dengan daya tangkap atau kemampuan umat sebagai penerima dakwah. Barangkali ia berpegang pada sabda rasulullah SAW: “Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan daya tangkap mereka”. Dalam menyampaikan materi dakwah, alm KH Zainuddin MZ mampu memilah dan memilih materi sesuai dengan penerima dakwah, karenanya setelah umat menerima dakwah tidak sedikit yang tadinya mereka jauh dari agama Islam menjadi dekat, bahkan siap berjuang, berkorban untuk Islam.
3. Materi dakwahnya disampaikan dengan hati yang ikhlas, alm KH Zainuddin MZ mempunyai prinsip bahwa sesuatu yang keluar dari hati, insya’Allah akan sampai ke hati, dakwah yang disampaikan dengan hati yang tulus dan ikhlas akan mudah diterima oleh umat.

Disamping beberapa sebab diatas, kelebihan yang menyebabkan keberhasilan dakwah alm KH Zainuddin MZ antara lain: mampunya ia menerapkan teori dalam praktek dakwah. Ia mengatakan bahwa seorang da’i harus bermata setajam Rajawali, berhati sepeka radar, berkaki sekuat bionik dan bertangan sehalus seniman. Semua yang dikatakan tersebut, ia miliki dan ia terapkan sebagai seorang da’i. Inilah teori dakwah beliau:
a. alm KH Zainuddin MZ : bermata setajam Rajawali artinya ia sanggup dan mampu mengamati gejala-gejala yang terjadi di masyarakat, lalu atas dasar pengamatan itu ia menyusun konsep apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
b. alm KH Zainuddin MZ : berhati sepeka radar, artinya ia mempunyai sandaran vertikal yang kuat, maka hati akan hidup dan hati yang hidup akan mampu mendeteksi persoalan, sehingga secara naluriah ia akan dapat memilah dan memilih materi yang bermanfaat bagi agama dan umat.
c. alm KH Zainuddin MZ : berkaki sekuat bionik, artinya ia sanggup mengendalikan diri tidak hanyut oleh gambaran-gambaran yang enak dan gemerlapan. Ia sanggup menghadapi berbagai tantangan.
d. alm KH Zainuddin MZ : bertangan sehalus seniman, artinya ia sanggup mengadakan pendekatan dengan berbagai pihak atau kalangan, sanggup mengadakan pendekatan yang sifatnya manusiawi, ibarat mencubit tapi tidak terasa sakit.
Hanya ini yang dapat penulis sajikan, semoga bermanfaat bagi penulis pribadi dan pembaca yang budiman. (Ringkas dari Buku Keberhasilan Dakwah alm KH Zainuddin MZ)

Selasa, 05 Juli 2011

Puisi untuk alm KH.Zainuddin MZ.

Sabda Rasul:"Ulama adalah Pewaris Para Nabi" (al-Hadist)
Puisi untuk alm KH Zainuddin MZ
.....
Wahai sang motivator dan inspirasi umat,
engkaulah yang telah menjadikan ku bersemangat dalam berdakwah,
memang, engkau pantas menjadi sang DA'I SEJUTA UMAT,
ceramahmu yang humanis,
ceramahmu yang jenaka,
ceramahmu yang selalu menginspirasi,
membuat segalanya menjadi kenangan,

Memang,
engkau tak akan tergantikan,
engkau akan ku jadikan motivator ku selamanya,
jasamu akan terus ku kenang,
semoga diri ku ini akan menjadi penerusmu,

umat bersedih,
umat menangis atas kehilanganmu,
namun, umat tak akan melupakanmu,

begitu banyak jamaah, teman, kerabat, keluarga dan penggemarmu,
ketika jenazahmu di usung ,
membuat diri ini menangis,,
oh, motivatorku,
semoga dengan semangatmu aku akan mengikuti langkahmu,,

walau tak ketemu,
namun cukup kaset dan layar kaca,
mempertemukanmu dengan umat ini,

selamat jalan ku ucapkan kepadamu wahai motivator dan inspirasiku,,
semoga Allah menerima apa yang engkau lakukan selama ini,
amin, Allahu Yarham,,,

Senin, 04 Juli 2011

Metode Menghafal al-Quran

Metode Menghafal al-Quran
Dalam menghafal al-Quran seseorang memiliki metode dan cara yang berbeda. Namun, apapun metode yang dipakai tidak akan terlepas dari pembacaan yang berulang-ulang sampai dapat mengucapkannya tanpa melihat (menutup) mushaf sedikitpun.
Proses menghafal al-Quran dilakukan melalui proses bimbingan seorang guru Hafizh. Proses bimbingan diantaranya sebagai berikut:
1. Bin-Nazhar
Yaitu membaca dengan cermat ayat-ayat al-Quran yang akan dihafal dengan melihat mushaf secara berulang-ulang. Proses bin-nazhar ini hendaknya dilakukan sebanyak mungkin atau empat puluh satu kali seperti yang biasa dilakukan oleh para ulama terdahulu. Hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang lafazh maupun urutan ayat-ayatnya. Agar lebih mudah dalam proses menghafalnya, maka selama proses bin-nazhar ini diharapkan calon hafizh juga mempelajari makna dari ayat-ayat tersebut.
2. Tahfizh
Yaitu menghafal sedikit demi sedikit ayat-ayat al-Quran yang telah dibaca berulang-ulang secara bin-nazhar tersebut. Misalnya: menghafal satu baris, beberapa kalimat, atau sepotong ayat pendek sampai tidak ada kesalahan. Setelah satu baris atau beberapa kalimat tersebut sudah dapat dihafal dengan baik, lalu ditambah dengan merangkaikan baris atau kalimat berikutnya sehingga sempurna.
Kemudian rangkaian ayat tersebut dan diulang kembali sampai dapat dihafal dengan sempurna. Setelah materi satu ayat sudah bisa dihafal dengan lancar kemudian pindah kepada materi yang berikutnya. Untuk merangkaikan hafalan urutan kalimat dengan ayat yang benar, setiap selesai menghafal materi ayat berikutnya harus selalu diulang-ulang dari ayat pertama dirangkaikan dengan ayat kedua dan seterusnya. Setelah satu halaman selesai dihafal, diulang kembali dari awal sampai tidak ada lagi kesalahan, baik lafazh maupun urutan ayatnya.
Setelah halaman yang ditentukan dapat dihafal dengan baik dan benar, lalu dilanjutkan dengan menghafal halaman berikutnya. Dalam hal merangkaikan hafalan perlu diperhatikan sambungan akhir halaman tersebut dengan awal halaman berikutnya, sehingga halaman tersebut akan terus sambung-menyambung.
Karena itu, setiap selesai satu halaman perlu juga diulang dengan dirangkaikan dengan halaman-halaman sebelumnya.
3. Talaqqi
Yaitu menyetorkan atau memperdengarkan hafalan yang baru dihafal kepada seorang guru atau instruktur. Guru tersebut haruslah seorang hafizh al-Quran, telah mantap agama dan ma’rifatnya serta dikenal mampu menjaga dirinya. Proses talaqqi ini dilakukan untuk mengetahui hasil hafalan seorang calon hafizh dan mendapatkan bimbingan seperlunya. Seorang guru hafizh juga hendaknya yang benar-benar mempunyai silsilah guru sampai kepada Nabi Muhammad SAW.
4. Takrir
Yaitu mengulang hafalan atau men-sima’kan hafalan yang pernah dihafalkan atau sudah dihafalkan dan pernah di-sima’-kan kepada guru tahfizh. Takrir dimaksudkan agar hafalan yang pernah dihafal tetap terjaga dengan baik. Selain dengan guru, takrir juga dilakukan sendiri-sendiri dengan maksud melancarkan hafalan yang telah dihafal, sehingga tidak mudah lupa. Contohnya: pagi hari untuk menghafal materi hafalan baru, dan sore harinya untuk men-takrir-kan materi yang sudah dihafal.
5. Tasmi’
Yaitu memperdengarkan hafalan kepada orang lain baik kepada perseorangan maupun kepada jamaah. Dengan tasmi’ ini seorang penghafal al-Quran akan diketahui kekurangan pada dirinya, karena bisa saja ia lengah dalam mengucapkan huruf atau harakat. Dengan tasmi’ seseorang akan lebih berkonsentrasi dalam hafalan.
Metode yang dikenal untuk menghafal al-Quran ada tiga macam:
a. Metode seluruhnya, yaitu membaca satu halaman dari baris pertama sampai akhir secara berulang-ulang sampai hafal.
b. Metode bagian, yaitu orang menghafal ayat demi ayat atau kalimat demi kalimat yang dirangkaikan sampai satu halaman.
c. Metode campuran, yaitu kombinasi antara metode seluruhnya dengan metode bagian. Mula-mula dengan membaca satu halaman berulang-ulang, kemudian pada bagian tertentu dihafal tersendiri. Kemudian diulang kembali secara keseluruhan. Dan metode inilah yang sering dipakai oleh kebanyakan hafizh (penghafal) al-Quran.
Hanya ini yang dapat saya (adnan yahya) sampaikan, semoga bermanfaat dan berguna bagi penulis pribadi dan pembaca yang budiman. Amin… wallahu’alam!

Minggu, 03 Juli 2011

Keutamaan membaca al-Quran

Keutamaan membaca al-Quran
Al-Quran yang berada di tangan kita saat ini telah melewati waktu selama sekitar 14 abad, terhitung sejak Nabi SAW menjadi Nabi. Beliau diangkat menjadi Nabi sekitar tahun 611 M. Jika dihitung dengan tahun Hijriah, maka mushaf ini sudah berumur sekitar 1423 tahun. Menariknya adalah selama itu belum ada perubahan sedikitpun tentang keaslian dan keotentikan al-Quran. Kenapa dan mengapa?? karena Allah SWT telah berfirman:
  
Artinya:”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (al-Hijr:9).
Dalam ayat ini dan beberapa ayat yang lain bahwa, Allah SWT menjamin kemurnian dan keasliannya. Namun demikian, al-Quran adalah kalam Allah SWT yang didalamnya mengandung dan membahas berbagai aspek kehidupan manusia. Maka membacanya pun dianggap suatu amal ibadah. Rasul bersabda: “ Barangsiapa membaca satu huruf dari al-Quran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (HR.at-Tirmidzi dan Ibnu Mas’ud). Subhanallah! Membaca alif lam mim kita sudah mendapatkan 30 (tiga puluh) kebaikan, jika kita membacanya dengan niat ikhlas karena Allah semata.
Coba jika anda ahli matematika, ketika kita membaca Bismillahirrahmanirrahim yang didalamnya terdapat 19 (Sembilan belas) huruf, kalikan berapa pahala yang akan kita dapatkan. Subhanallah! Namun jika kita membaca 30 (tiga puluh) juz yang didalamnya ada 6236 ayat, kemudian hitung berapa huruf didalamnya dan kalikan berapa pahala yang akan kita dapatkan. Subhanallah! Allah SWT berfirman:
  
Artinya:”Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”. (al-Fathir:29-30).
Mari kita lihat beberapa hadist Rasul SAW yang mengungkapkan tentang keutamaan membaca al-Quran:
1.      Sebaik-baik kamu adalah orang yang membaca al-Quran dan mengajarkannya”. (HR.Bukhari).
2.      “Orang yang membaca al-Quran dengan mahir, ia akan bersama malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membaca al-Quran masih terbata-bata masih ada nampak kesulitan, maka ia memperoleh dua pahala”. (HR.Bukahri dan Muslim).
3.      Seorang mukmin yang mampu membaca al-Quran laksana buah jeruk; aromanya wangi dan manis rasanya. Sementara orang mukmin yang tidak membaca al-Quran laksana buah kurma; tidak beraroma meskipun manis rasanya. Orang munafiq yang mampu membaca al-Quran laksana bunga; aromanya semerbak tapi pahit rasanya. Adapun orang munafiq yang tidak mampu membaca al-Quran bagaikan pare; tidak beraroma dan pahit rasanya”. (HR.Bukhari dan Muslim).
4.      “Sesungguhnya dengan kalam ini (al-Quran) Allah SWT mengangkat derajat umat dan merendahkannya yang lainnya”. (HR.Muslim).
5.      “Bacalah al-Quran, karena pada hari kiamat ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya”. (HR. Muslim).
6.      “Seseorang tidak boleh hasud kecuali dalam 2 (dua) hal: Pertama, kepada seseorang yang telah Allah berikan al-Quran dan menyibukkan diri dengannya siang dan malam. Kedua, kepada orang yang telah diberi harta oleh Allah dania sibuk memberikan infak siang dan malam”. (HR. Muslim).
Hasud adalah sikap seseorang yang mengharapkan agar nikmat diterima oleh orang lain hilang daripadanya, dan itu diharamkan oleh agama Islam. Sedangkan hasud yang terdapat dalam hadist di atas adalah yang terkenal dengan Ghibah, yaitu seseorang yang ingin memperoleh kebaikan seperti yang diperoleh orang lain, tanpa berkeinginan nikmat yang diterima orang lain itu hilang darinya. Hasud ghibah tersebut diperbolehkan dalam Islam.
7.      Hadist Qudsi: Allah SWT berfirman:”Siapa yang menyibukkan diri dengan al-Quran dan ber-zikir kepada-Ku (sehingga lupa) tidak meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan yang lebih baik dari yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Keutamaan kalam Allah dibandingkan dengan yang lainnya, laksana keutamaan Allah dibandingkan dengan para makhluk-Nya”. (HR.at-Tirmidzi).
8.      “Orang-orang yang mulutnya tidak pernah membaca al-Quran laksana ruamh tua tak terawat yang ditinggalkan penghuninya”. (HR.at-Tirmidzi).
9.      “Dikatakan kepada pemilik (pembaca-penghafal) al-Quran, ‘Bacalah, lembutkan dan tartilkanlah layaknya engkau bacakan di dunia. Kedudukanmu adalah pada ayat-ayat terakhir yang engkau baca”. (HR.Abu dawud,at-Tirmidzi dan an-Nasa’i).
10.  “Siapa yang membaca al-Quran serta berusaha mengamalkannya, maka kelak di hari kiamat kedua orang tuanya akan diberi mahkota yang bersinar lebih baik daripada sinar matahari di dunia. Bagaimana menurutmu orang yang mampu melaksanakan hal ini?”. (HR.Abu dawud).
11.  “Bacalah al-Quran, karena Allah tidak akan menyiksa hati yang menjaga al-Quran. Al-Quran ini benteng Allah; siapa yang masuk kedalamnya akan aman. Dan berilah kabar gembira kepada siapa saja yang mencintai al-Quran”. (HR. ad-Darimi).
12.  “Orang yang paling berhak menjadi imam suatu masyarakat adalah yang paling baik membaca al-Quran”. (HR. Muslim).
Para ulama sepakat bahwa membaca al-Quran adalah lebih utama dibandingkan membaca tasbih, tahlil maupun zikir-zikir lainnya. Membaca al-Quran adalah zikir yang paling baik. Allah SWT berfirman:
  
Artinya:”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (ar-Ra’du:28)
Oleh karenanya penulis (adnan yahya) mengajak diri pribadi dan pembaca yang budiman, mari kita jadikan al-Quran sebagai sahabat kita. Dengan demikian dia (al-Quran) akan menemani kita hidup di dunia dan di akhirat kelak. Amin, Wallahu’alam!




Sabtu, 02 Juli 2011

Chaiya-Chaiya

CHAIYA-CHAIYA
Berita yang sangat menghebohkan saat ini videonya Briptu Norman Kamaru, salah satu anggota Brimob Gorontalo dengan pangkat Brigadir Satu. Video yang dimasukkan kedalam youtube itu tertanggal 29 maret 2011 telah dilihat oleh ribuan masyarakat Indonesia. Dengan lagu India tersebut yang dinyanyikan oleh Syahrul Khan diperagakan oleh Briptu Norman dengan gerakan yang persis sama. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia adalah pencinta lagu India sejak tahun 80-an. Hingga saat ini lagu India masih berbekas dipikiran masyarakat Indonesia.
Maka tak heran, lewat youtobe Briptu Norman telah menyihir sebagian masyarakat Indonesia ini. Tidak bisa dipungkiri kenapa masyarakat kita menyukai lagu India? Ada apa di balik itu semua? Tentu bangsa yang mayoritas Islam ini hidup dengan berbagai macam agama atau dikenal dengan masyarakat plural. Sejarah Islam pertama masuk ke Indonesia adalah lewat para Gujarat atau pedagang Arab, Cina, Eropa dan India waktu itu. Mereka mampu menyebarkan Islam lewat dagangan dan boleh jadi lewat keseniaan yang dibawanya. Kita lihat para wali songo juga menyebarkan Islam lewat kesenian, wayang dengan macam bentuk  bisa menarik simpati masyarakat terhadap Islam.
Maka, hingga saat ini ribuan masyarakat non-Islam berbondong bondong masuk Islam. Ini banyak disebabkan oleh, Islam tidak dikembangkan dengan kekerasan, pedang, dan tumpahan darah. Namun, dikembangkan dengan jalan dakwah dan jalur damai. Dengan Chaiya-chaiya itu pula, saat ini telah merubah pola pikir masyarakat tentang polisi dan sejenisnya. Yang biasanya Brimob identik dengan kekerasan, tegas, dan “sangar” namun, paradigma itu telah dibalikkan oleh sang Briptu. Dengan hanya 6 menit 20 detik itu masyarakat sudah mulai lega dan senang dengan hal itu. Boleh jadi tahun ini banyak masyarakat yang berbondong bondong memasukkan anaknya menjadi polisi, Brimob dan sejensnya.
Mengenai hal itu, manusia banyak kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Dengan kelebihan itu dia mengeskpresikan diri seperti Briptu Norman, dan pula dengan kelemahan akan menjadi kekuatan untuk menjadi menunjang segala sesuatu yang diinginkan. Dengan kedua itulah kita hidup berdampingan dengan masyarakat lain dan ini identik dengan “masyarakat sosial”. Yakni, masyarakat yang tidak bisa hidup sendirian, harus selalu ada bantuan dan kasih sayang dari orang lain baik itu tetangga, karib kerabat dan orang orang yang terdekat.
Bakat keartisan dalam jiwa seseorang tidak bisa terlepas begitu saja. Manusia akan mengeskpresikan hal itu dimana saja dan oleh siapa saja. Baik itu dia polisi, pejabat, TNI dan masyarakat sipil sekalipun. Maka tak heran kita lihat bahwa, berapa banyak orang saat ini yang sudah terkenal “gara-gara” dunia maya lewat youtobe. Mulai dari Cinta Jojo, Udin sedunia, Briptu Norman dan masih banyak yang lainnya. Dan dapat pula dipastikan bahwa akan ada yang menyusul mereka-mereka yang sedang naik daun itu.
Sebuah bakat jika tidak dikembangkan dengan baik, bakat tersebut akan terpendam dan akan hilang begitu saja tanpa disadari. Maka, mahasiswa yang ideal mereka yang bisa mengembangkan dan mengeskpresikan bakat melalui berbagai apapun. Dengan demikian, apa yang akan dicita-citakan oleh seseorang akan tercapai dengan sendirinya. Maka dengan itu kita sangat mengharapkan, seorang mahasiswa ideal mereka bisa kritis dan solutif dalam berbagai fenomena yang muncul dimasyarakat. Karena dengan itu, orang akan menjadi simpati dan tertarik dengan mahasiswa. Dan akan merubah pola pikir masyarakat bahwa, yang namanya mahasiswa tidak identik dengan demo dan demo.(Ditulis oleh: Adnan/KPI/UMY. Hp: 085277059370).